Selasa, 20 Maret 2018

puisi jawaban untuk itu



Jawaban untuk itu


Saat itu semua menghilang
Langitpun menjadi  gelap tak berbintang
Seolah-olah keheningan menyapa dibalik  penantian malam pekat
Kusam,kusut terlihat raut wajah sang rembulan
Tersenyum lirih menyembunyikan keresahan
          Terpaku akan misteri terbangnya angan-angan
          Terbawa  lari rentetan-rentetan mimpi suram
          Burung-burung  gagak yang semula tenang
          Beterbangan tak berimbang arah dan tujuan
Menghindar dari sebuah kenyataan pahit
Tentang pertanyaan –pertanyaan kelam  itu
Dari kamu untuk ku yang kau kemas dan kau beri pita samar
Disitulah kisah yang nyata tak terbantahkan
        Bukan aku atau untuk Dia isayarat abadi yang kau tentukan
        Hingga kau todongkan perasaan was-was dalam setiap perkataan lugumu
        Mengambang-ambang dalam kepastian
        Tenggelam dalam penghianatan
Sejenak ku terdiam mengikat keraguan dari setiap perkataan-perkataan itu
Jawaban untuk itulah tergambar dinadiku
Mencabik-cabik  dipundak mataku
Menarik deras air mataku
        Meski tertutup ribuan bintang hitam dan beralaskan kekecewaan
        Tapi jelas disinilah jawaban untuk itu Dariku untukmu
        Kabut hitam pun mulai hilang terbawa hembusan angin sukmaku ini
        Memperlihatkan jelas senyum pemuda yang tepat dibelakang bayangmu
        Semakin kuat disinilah jawaban untuk itu dariku untukmu
Jawaban untuk itu yang kian menghantui setiap perasaan ini
Menikam tepat diatas jemariku
Mengusap-usap kenangan yang mulai mengelupas
Membawa sedikit penyesalan dalam langkahku
Yang saat itu terdiam dalam kesendirian
       Bukan tentang siapa dan bagaimana,untuk apa bahkan mengapa
       Tapi tentang hati yang tak mampu bersatu
       Terasakan apa yang aku rasakan padamu sekarang
       Seribu tahunpun tak cukup aku ungkapkan
Dan semua ini bukan pula tentang kata,kalimat ataupun dongeng belaka
Tapi sebuah pengharapan yang pupus dihujani peluru-peluru penghapusan
Menunggu dari apa saja yang tertunggu
Menanti dari apa saja yang dinanti
Trus apakah akan terhenti saat ini
Ataukah berjalan jauh tanpa ku temui
          
           Biarlah sang waktu menuntun jawaban saat itu dalam keheningan yang sunyi
           Menemaniku dalam tersendirinya kesendirian ini.


Created by dwi setyawan

para pembaca yang budiman dapat menafsir sendiri apa yang tersirat dari puisi diatas karena setiap pembaca yang budiman mempunyai makna tersendiri akan yang dibacanya,saran dan komentar sangat saya harapkan demi kesempurnaan karya saya,,salam hormat saya dwi setyawan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KISAH INI