Senin, 26 Maret 2018

Puisi Singkatnya Pertemuan Angin



 Singkatnya Pertemuan Angin

Singkatnya pertemuan angin
Disitulah hati enggan tertinggal disini
Sejak saat itu selayaknya benang emas kecil yang terputus dari layang-layang kertas
Terpisah jauh sejauh pengembara
      Semua termulai dari kala pagi yang dingin
      Diselimuti kabut-kabut  indah nan putih bersih  
      Waktu itu tak terlihat angin berhembus kencang
      Hanya rentetan kupu-kupu kuning berjajar disepanjang jalan itu
Plak,plak,plak terdengar langkah kaki q sendiri
Seolah menuju dalam singgasana raja
Hati yang was-waspun mengelilingi setiap langkahku
Melambatkan laju setiap nafasku
    Aku yang terasing dalam perjumpaan
    Memaksaku menyelam dalam kekhawatiran
    Tak tahu bagaimana memulainya
    Yang terlintas hanya ketakutan
Pertemuan yang tak terencana ini
Seolah mempersatukan air dan api didalam hatiku
Mereka yang berbeda ataukah aku yang tak sama
Diam dalam setiap senyuman
Sendiri dalam setiap tawa’an
     Tiba-tiba angin putih datang dari arah timur berlawanan
      Diiringi bangunnya sang mentari pagi yang menguning emas
      Berjalan-jalan melewati deretan bambu-bambu anyaman itu
      Siapakah dia bergaun merah,berkaca mata hitam
Bertanya-tanya dan menjawab sendiri
Akan hembusan- hembusan yang bermakna kepalsuan
Tak berdaya disetiap gerakan
Hanya menyapa dalam setiap pandangan
      Siapakah dia yang tenang menyejukan
      Membawa senyuman damai dalam setiap kepakan
      Terbungkus rapi disegel kebaikan
      Dihiasi indahnya berlian-berlian kesederhanaan
Tak begitu lama kutahankan pandangan ini
Dia tersenyum diantara kedipanku
Kubalas senyum diantara raguku
Terbawa hanyut dalam waktuku
     Angin putih yang datang tiba-tiba
     Membawa lari setiap sedihku
     Bercerita dalam satu rangkain kata
     Terhempas jauh dalam lautan duka
Tidak adilnya waktu yang membawanya menjauh
Yang saat itu dia berlabuh
Berangkat dengan kereta kuda panjang
Berikan tanda akhir pertemuan
     Singkatnya pertemuan angin
     Membawaku dalam pengharapan panjang
     Aku yang saat ini disini
     Berharap yang tak mungkin kembali
Jauh,jauh dan menjauh
Dekat,dekat dan mendekat
Rasa yang tak tertentu ini
Membawa engkau dalam setiap mimpi.


Created by dwi setyawan
   
Salam bahagia sahabat puisi dwi,bertemu lagi dikarya dwi yang ketiga,terima kasih atas semua dukungan yang diberikan sehingga tak lelah saya akan terus berkarya,di karya yang ketiga ini berceritakan tentang pengalaman pribadi saya sahabat,,,,cie,,,,cie,,,(lalah,hehe)
Sebenernya sudah bisa diterka isi puisinya dengan kita melihat pertama kali judul puisi ini “Singkatnya Pertemuan Angin”tak salah lah ya jikalau kulampirkan sedikit penjelasannya
Bercerita tentang pengalaman pertamaku yang datang ditempat pertama kali kudatangi ceritanya menimba ilmu,disana tak ada kawan,sanak saudara ataupun lainnya,saat itu pagi,berkumpul di satu kelompok belajar dimana disana lengkap  teman-teman yang datang dari berbagai daerah,dikarenakan sifatku yang kurang bisa menyatu dengan keramain mungkin,susah untuk melebur,,hehe.singkat kata sedang asiknya berkenalan dan tertawa bersama dari arah kananku datang seorang gadis,berdebarlah ya jantung ini,terus kupandangi sampai akhirnya dia tersenyum dan kita saling berkenalan dan belajar bersama,singkat cerita dia meminta bantuan ku untuk mengantarkannya waktu itu ke terminal,dia ingin pulang,disitulah dia berikan tanda perpisahan,dan sejak itu sampai saya menulis artikel ini belum pernah ketemu lagi.
Itu sih sobat ceritanya,,
Saya sadar masih banyak pembenahan dalam karya saya,komentar,kritik dan saran sangat saya harapkan.terima kasih telah mampir diblog saya,GOOD LUCK untuk semuanya
     
     
    
    

2 komentar:

Tetap Jalani