Rabu, 28 Maret 2018

puisi tangan-tangan hitam


Tangan-tangan hitam

Mencoba  menepi dalam kehampaan
Menghasut hati akan jiwa yang sendu
Tak q mengerti mengapa sang angin hidup berkeliaran diluar sana
Dan tak q mengerti mengapa  angin mengepakan sayap hitamnya
Semua telah jadi satu dalam keheningan malam untuk menjadi  satu pertanyaan
Mengapa semua ini terjadi begitu cepat dan sesat
            Tertunduk sejenak kepala ini
            Dengan beraninya aku langkahkan kaki ini sejangkah demi sejangkah
            Pada akhirnya aku terhenti dalam sebuah gubuk reyot dengan atap daun tebu
            Didindingi anyaman bambu yang mulai rapuh
            Tak satupun burung berkicau,tak satupun jangkrik berderik
            Anginpun mulai berubah arah
            Semua kacau seolah-olah hidup ini diatas ranting-ranting  kecil
Penglihatan yang mulai rabun ini
Kupaksakan melihat beberapa orang  yang dijauh sana
Berjalan seperti berlari,mendekat seperti menjauh
Seolah-olah  menjerit dan meminta tolong
Memanggil-manggil tapi tak bersuara
            Kepalaku terangkat,mataku terbelalak,telingaku bergerak
            Tempatku berpijak seolah bergerak-gerak cepat
            Segerombolan kuda hitam ditunggangi tangan-tangan hitam
            Datang dari sebelah selatan mata angin
            Mendekati dan merayup suara-suara  yang sunyi itu
            Tak ada satupun yang menghalangi menatapnya pun tak terberanikan
            Yang pada saat itu angin terhenti sebentar
 Melangkah mendekati karang tajam
 Mencari tahu apa yang telah terjadi,mengapa terjadi,bagaimana bisa terjadi
 Tak satupun terjawabkan atas semua pertanyaan itu,
Hanya auangan srigala malam itu sang pemberi tanda
Benarkah itu,benarkah itu dan benarkah itu
Mengira-ira pun terfikirkan dalam benak yang gelap ini
            Tangan-tangan hitam yang bergejolak dengan cerahnya awan
            Menghalau semua pandangan hati tentang sentuhan putih
            Memercikan api-api kelemahan
            Pada setiap pandangan-pandangan nan kosong
Kebahagiaan yang dimilikinya pun perlahan tercabut oleh si tangan hitam
Pedih,sedih,pilu menjadi satu dalam setiap jasadnnya
Mengubur diri dalam setiap pengharapan yang pekat
Terbujur kaku dalam kesengsaraan
          Tangan-tangan hitam yang  enggan menoleh
          Menapakan telapak besarnya dipermukaan tangisan
          Membawa cerutu-cerutu hitam tajam
          Sembari tersenyum senyuman hina
Menyeret-nyeret budak dalam kegelapan
Menambahkan sayatan bagi para pelawan
Menendang-nendang tanpa perasaan
Itulah mereka raja kegelapan
           Tak terfikirkan oleh pengarang rangkaian
           Sudahkah ini tertuliskan dikertas merahMu
           Atau karma-karma kecil merayap disetiap rongga-rongga hidup ini
           Ataukah terlenanya burung merpati yang diam-diam mencuri
           Hingga sang mentari terbit tak satupun melihatkan nafas dinginnya
Apakah ini akan musnah atau sebuah kelahiran?
Apakah ini akan berakhir atau hanya sekelumit permulaan?
Meski seribu panah terlepas,tanya ini akan selalu menaung
Terdepanku hanya sebuah kata-kata usang
Dan terbelakangku hanya tindakan-tindakan kecil tak berarti
                                
                                           Pesan dari para mereka yang terkubur dalam kesengsaraan
                                           “Tetap berbaik dalam tindakan,itu akan menyejukanmu”
                      


Created by dwi setyawan

Salam sejahtera untuk kita semua,hallo sobat setia pembaca puisi dwi,kabar baikkah? Dwi harap semua dalam keadaan sehat dan bahagia,tak lekang oleh apapun rasa hormat dan terima kasihku kepada sobat setia yang telah meluangkan waktunya untuk mampir dan membaca karya-karya dwi
Dalam karya yang keempat ini,yang aku beri judul “Tangan tangan hitam”dimana menceritakan tentang penindasan kaum-kaum lemah,ketidakadilan,dan kesengsaraan yang dilakukan oleh penguasa kegelapan yang tanpa perasaan menindas dan menyiksa.
Mungkin ini saja  sobat setia penjelasan dari puisi diatas,jangan lupa untuk komentar saran dan kritik agar karya-karya dwi lebih sempurna dan bermanfaat,terima kasih
                                           “Tetap berbaik dalam tindakan,itu akan menyejukanmu”
GOOD LUCK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KISAH INI