Rabu, 18 Juli 2018

KISAH INI


Kisah ini

Termenung lesu dalam setiap hembusan nafas
Diruang yang kecil yang bertenda biru putih
Aku masih disini dan tetap akan disini
Menanti,nanti yang tak pernah datang
                Ini tentang perasaan yang meredam
                Pertemuan singkat yang tak kurang dari 1 menit
                Bukan elok kecantikannya yang  menawan
                Tapi senyuman indahnya yang menusuk hati
Ah..sudahlah,,!Biarkan sang angin yang mengatur hembusan rasa ini
Semakin aku kuatkan untuk mengalir  dan merendam kan nya
Tak akan ku temukan logika-logika yang terpapar
Pengelakan ini,memaksaku menderita membayangkanmu
                Sempat ku jatuhkan sebuah kata-kata manis
                “I wanna say to you,i like you”
                Ditepat depan pandangan matamu
                Memang waktu tak memihak pertemuan
                Mendorong-dorong dalam sebuah pelarian kecil
Menanti dalam sebuah penantian ini
Ditemani lagu-lagu merindu
Sajak-sajak yang puitis,khayalan yang melodis nan harmonis
Seperti cerita dalam perfilman –perfilman cinta
Ah,ini lah aku yang terlalu memaknai gerakan kecil
Dan ini lah aku yang tersebar besar harapan-harapan hampa
                Sering kali ku melawan penolakan rasa
                Untuk menyadari bahwa kau sudah ada yang memetiknya
                Memang keindahan itu membutakanku
                Menuntun ku ke dalam jurang hitam penantian kelam ku
Tapi tak mengapa,yang terpenting aku sempat mewariskan tahta qolbuku
Untuk sekilas dan bahkan tak terhiraukan untuknya,tapi bermakna jika suatu ketika dia menyadarinya.
Tentang senyuman,tatapan,penantian dan pemberian rasa ikhlas nan seriusku kepadanya
Yang tak mungkin tertukar oleh kisah-kisah novel pengarang terkenal.
                Jika ku tak memiliki harumnya bunga dalam pesonamu
                Bukan berarti aku membenci kisah ini
                Karena kebahagia’annya adalah kebahagia’an ku jua
                Tak banyak yang harus kujelaskan tentang cinta ku padanya
                Hanya kuungkap ditengadahnya kedua telapak tangan lenganku pada Tuhanku
                Untuk selalu memberinya senyuman indah lewat pemetik pilihannya.
Hanya bayangannya akan selalu ku ingat
Hanya senyumannya yang  aku pilihkan
Untuk penghilang-penghilang setiap kehampaan yang akan datang
Maaf foto kamu aku simpan dalam memori-memori lembaran sejarahku
Yang tersimpan diawal daftar isi dalam buku sanubari hatiku
Bukan untuk mengingatmu tapi untuk membuktikan bahwa rasa ini akan selalu ada dan ada sampai kapan pun.
Izinkan ku untuk itu,dianya Tuhan yang tersapu oleh karang-karang waktu yang sampai tak dapat aku melihatnya lagi.

AD 3781 QL
19-07-18”04.30”
CREATED BY
DWI SETYAWAN

KISAH INI