Tampilkan postingan dengan label kumpulan puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumpulan puisiku. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2018

Tetap Jalani


Tetap Jalani

Bertarung dengan keadaan
Seolah hidup ini telah kalah terenggut kebahagiaan
Angin yang berhempuspun tak lagi terasakan kesejukannya
Hingga Setiap depakan tak lagi menghantarkan kenikmatan
      Tertunduk memahami semua
      Dengan kursi yang beroda ini
      Menghantarkan ku dalam setiap malam pekat mencekam
      Terasingkan diri dalam setiap pertemuan kasih
      Yang setiap waktu lupa dengan indahnya lukisan cinta
Hidupku diujung butiran pil kehidupan
Yang diatur dengan detakan langkah waktu
Yang Setiap jam bahkan setiap menit berjuang melawan keterbatasan
Didalam genggaman-genggaman raga lemahku ini
      Mengapa ditakdirkan berbeda dari setiap perbedaan ini
      Bukankah aku selalu memilih yang terbaik dari kesemuanya yang ditentukan
      Ataukah ini bagian dari sepenggalan cerita
      Yang berakhir duka dan binasa
Sajak-sajak yang tertulis ini
Curahan akan setiap kesendirian ku dalam kesengsaraanku
Memuat beban-beban penderitaanku
Yang mungkin hilang sekejap,sembunyi dibalik pena merahku ini
      Hati yang binasa menahan deras air mata
      Yang terbungkus bemacam-macam perkataan-perkataan berpura
      Yang berbohong tentang keadaan-keadaan
      Bahwa semangat adalah penyembuh itu
Sang waktu yang mulai menyerahpun
Tak lagi tertawa melihat tubuhku yang semakin mengulit kering ini
Mulai merasakan tentang hidup kehidupan
Yang membisikan ditelingaku”tetap jalani”
      Dua kalimat yang sederhana membawa makna dalam itu
      Seakan penopang yang tak lekang oleh ombak lautan malam
      Membawa rasa tenang disetiap keheningan
      Merelakan semua yang diharapkan
Senyuman mentari yang terbit dari arah timur
Memaksa membawaku dalam kehidupan baru
Yang melantangkan suaranya untuk melawan rasa takutku
Menikam semua penyakit dalam diriku
      Walaupun hanya bisa menggerakan bagian tangan kananku
      Tapi Aku bisa membawa sejuta penderitaan yang mungkin aku tinggalkan dalam lorong kecil menghitam itu.
      Walaupun hanya memandang sebelah
      Tapi aku yakin pasti bisa memandang utuh indahnya surga yang mungkin mulai menantiku esok hari.
Dari seluruh perasaan yang bercampur ini
Membiarkan ku terbang dalam angan-angan yang tak jelas
Sampai aku menemukan suatu firasat kehidupan
Tentang tangguhnya aku tetap menjalani yang diharapkan
     Aku yang mungkin kalah dalam kehidupan
     Hanya berpegang satu prinsip kehidupan
     Tentang tangguhnya aku menjalani yang diharapkan
     Sampai hari esuk aku dipanggil kembali dalam kasih dan sayangMu
     Menikmati setiap penderitaan yang indah diduniaMu


Created by dwi setyawan

Salam bahagia untuk sobat-sobat semua,salam hangatku untuk kalian semua,
Seminggu yang lalu adalah sejarah panjang dalam setiap langkah setiap hariku,mengapa begitu.mengantarkan temanku untuk berobat didua rumah sakit yang berbeda,dia mengidap penyakit TBC yang menyerang sendi kaki,keadaan yang pucat  membuatku trenyuh untuk memberikan pertolongan,walaupun pertolongan itu hanya sebatas tenaga dan bukan harta dikarenakan aku dari keluarga yang kurang mampu,dari situlah,saya sadar betapa pentingnya kesehatan dalam kehidupan ini,disetiap perjalananku mengantarkan temanku berobat kerumah sakit,satu hal yang membuatku terkesan dari kesemua pasien rumah sakit yang saya ajak bebincang yaitu tentang semangat tetap menjalani hidup ini walaupun tidak sedikit,pasien yang mempunyai penyakit diambang kematian.
Dengan semangat itulah saya mempunyai inspirasi untuk membuat satu karya tentang sebagian mereka,yang terkaranglah puisi “tetap jalani” ini,semoga dengan karya ini bisa memberikan pemahaman bahwa kesehatan itu penting dan menambah kepedulian kita kepada orang yang sedang mengalami cobaan sakit.mungkin itu saja sobat semua,Good luck for your doing.

Selasa, 10 April 2018

Pujangga Waktu


Pujangga Waktu

Terdengar suara direlung-relung malam kelabu
Tepat sang awan menggumpal diatas jemari-jemari rintihan
Gunung-gunung nan menjulang tinggi
Berjalan mengelilingi dikesunyian hati
       Rembulan biru yang mengulit kelabu
       Terlihat terbelah setengah,tenggelamkan sukma
       Diiringi lantunan-lantunan sajak duka
       Dari engkau sang pujangga waktu
Dia menuliskan tentang daun-daun kecil yang mengering
Dia merangkai serpihan-serpihan suara disetiap malamnya
Hatinya yang bimbang terkadang harus menghilang perlahan
Menuju ke dalam istana keheningan
       Dia telah menyatu disetiap nafas gelapnya
       Bermain dengan perasaan hatinya
       Menjadikan cerita-ceritanya menjadi selembar kertas putih
       Dengan pena-pena tajam sebagai coretannya
Membuat makna beberapa deretan kalimat
Dari ribuan kata-kata yang bersyarat
Bukan untuk menenggelamkan sebuah kehidupan
Tapi dialah penyampai ketenangan
        Pujangga waktu yang terus berjalan
        Tak menghiraukan pecahan-pecahan gejolak perubahan
        Aku yang sempat terwariskan pandangannya
        Tak kuat dalam setiap renungan
Memang harus kukatakan pada sang kelelawar
Tentang karya-karya untuk dirinya
Agar disampakainya pesan kepada hembusan angin malam ini
Jikalau pujangga waktu tak letih untuk berputar
        Dituliskanlah sebuah mantra hidup kehidupan
        Tentang proses yang dilalui setiap detiknya
        Terpetuahkan oleh suhu-suhu kedamaian
        Jikalau “hasil takkan menghianati usaha”
Memang semua tak terlihatkan oleh pandangan
Dan memang semua tak tertuliskan dibuku kehidupan
Tapi memang hasil takkan menghianati usaha
       Tulisan-tulisan yang ternaung disetiap pengharapan
       Menjadi nyata akan perjuangan yang dilaluinya
       Hujatan demi hujatan yang termakan olehnya
       Dijadikan cambuk dari sebuah pembuktian
Sampai saat ini dia pun masih sendiri sunyi
Ditempat yang sama diantara reruntuhan kata-kata
Hingga terbit sampai tenggelamnya sang surya
Dialah penjaga ketenangan sejati.


Created by dwi setyawan

Salam bahagia sobat semua,karya puisi yang berjudul sang pujangga waktu,yang menceritakan tenang penulis,pujangga,blogger sejati yang dengan semangat menuliskan karya-karya origionalnya demi untuk membagikan ilmu yang dimilikinya,membagikan cerita-cerita bermotivasi yang dialaminya,membagikan tulisan humor yang dikarangnya,dsb.banyak sekali rintangan yang dilalui dari penghinaan,hujatan dari tetangga bahkan keluarga,,karena menjadi seorang penulis,pujangga,blogger itu sebagian besar dipandang sebelah mata,karena setiap hari kerjanya hanya menulis ataupun mantengin laptop/komputer saja,itupun ditempat tertutup(kamar tidur)biasanya dilakukan kalau malam hari dengan suasana yang sepi,karena kesepian bagi para penulis adalah inspirasi munculnya banyak ide,beda dengan dia yang berkerja diPt ataupun sebagainya itu yang melihatkan aktivitas rutinnya setiap hari,
Sebenarnya semua sama kuncinya hanyalah ketekunan dan fokus,pasti akan berlaku mantra yang ada didalam puisi diatas”hasil tidak akan menghianati usaha”
Jadi apapun itu perkerjaan orang lain ataupun diri sendiri, jangan pernah dianggap remeh dan memandangnya sebelah mata.
Untuk mencapai kesuksesan harus dibutuhkan proses yang berliku karena disaat kita mencapai batas tertinggi kesabaran disitu akan menghasilkan benih kebahagiaan,,kuncinya hanya sabar dan tenang untuk menjalani proses ketekunan suatu pekerjaan.
Mungkin itu saja sobat semua,di puisi “pujangga waktu”ini masih banyak kesalahan makna,majas dll,mohon kritik dan saran,
Terima kasih.
GOOD  LUCK

Selasa, 03 April 2018

Inilah Aku


Inilah Aku

Terkapar Ditengah Badai panjang
Inilah aku yang tecambuk keadaan
Mencari nama diatas atap yang mulai roboh
Inilah aku yang terasingkan oleh pandangan
       Terinjak-injak didalam peti berkarat
       Tak tahu kapan ini semua akan menepi
       Diriku yang tak terwariskan kejayaan dan mahkota
       Harus dipaksa mengukir ditengah laut yang sepi
Termulai dari semua yang tertinggal
Menjadi dambaan bagi kaum-kaum yang hina
Apakah salah jika semua ini hanya tentang hidup
Yang akan berakhir begitu saja,tak terencanakan
       Memang beda diantara tumpukan logam kuning
       Yang dipuja-puja bagai syair Raja-Raja nusantara
       Yang memegang akan kendali perahu-perahu besar mewah
       Membayar duka kesengsaraan disetiap tundukan
Inilah aku yang hanya memegang satu tonggak kayu kehidupan
Tak tau adab,adat ataupun sejenisnya itu
Yang hanya berjalan diantara lorong-lorong kecil panjang
Yang setiap waktu ditemani dengan aroma kematian
       Tak bertempat bagaikan angin
       Bergejolak diantara derasnya kabut biru
       Tertancap kerikil-kerikil keheningan
       Yang menembus malam-malam pekatku
Kuhabiskan aliran air kesendirian
Yang menjulang tinggi dikhayangan
Dengan sejuta deraian-derain air mata ini
Kukatakan”kapan aku pulang?”
       Sempat terbisikan untuk menikam lengan dan dada kiriku
       Menghentikan langkah depakan kaki dan nafasku
       Melupakan semua,dan biarkan berlalu
       Menghilang dari setiap heningan masa lalu
Mungkinkah harus begitu,atau bagaimana?
Hingga akhirnya aku tersadar
Bahwa ini bukan seuntaian cobaan-cobaan semu semata
Tetapi ini karma aku dilahirkan
       Jangan tanyakan lagi tentang kehidupan ini
       Karena semua telah nyata dalam setiap pandangan
       Yang menjadi satu rangkaian makna tersirat
       Tentang pengertian yang tak dimengerti
Aku yang berharap beda dari semua ini
Menghukum diri dengan kehampaan
Memulai dengan keputus asaan

Dan aku yang berharap beda dari semua ini
Menghilang dari setiap pandangan
Membawa lonceng-lonceng kesunyian
      
Inilah aku yang sendiri dalam kesendirian diselimuti sunyi dalam kehampaan hidup ini


Created:dwi setyawan


Salam bahagia sobat semua,aku berharap setiap waktu yang sobat miliki bermanfaat dan berkwalitas,terima kasih telah mampir diblog”belajar dan berkarya bersama ini” dikesempatan ini saya berhasil membuat karya puisi yang ke6 tentang kesenduan,kesedihan pada seorang yang tak punya apa-apa,putus asa yang selalu terlintas dibenaknya,karena selama hidup selalu dianggap tidak ada bahkan hilang karena semua tentang harta.
Mungkin itu saja ya sobat,sampai bertemu dikarya dwi selanjutnya jangan lupa jaga kesehatan agar dalam hidup ini BERARTI,
semoga karya puisi “inilah aku”ini bisa menemani sobat-sobat yang lagi sendu,galau.dan bermanfaat untuk refrensi bagi sobat yang mungkin berkeinginan untuk  berkarya puisi,jangan menyerah, tetap semangat. 

GOOD LUCK

Tetap Jalani