Selasa, 10 April 2018

Pujangga Waktu


Pujangga Waktu

Terdengar suara direlung-relung malam kelabu
Tepat sang awan menggumpal diatas jemari-jemari rintihan
Gunung-gunung nan menjulang tinggi
Berjalan mengelilingi dikesunyian hati
       Rembulan biru yang mengulit kelabu
       Terlihat terbelah setengah,tenggelamkan sukma
       Diiringi lantunan-lantunan sajak duka
       Dari engkau sang pujangga waktu
Dia menuliskan tentang daun-daun kecil yang mengering
Dia merangkai serpihan-serpihan suara disetiap malamnya
Hatinya yang bimbang terkadang harus menghilang perlahan
Menuju ke dalam istana keheningan
       Dia telah menyatu disetiap nafas gelapnya
       Bermain dengan perasaan hatinya
       Menjadikan cerita-ceritanya menjadi selembar kertas putih
       Dengan pena-pena tajam sebagai coretannya
Membuat makna beberapa deretan kalimat
Dari ribuan kata-kata yang bersyarat
Bukan untuk menenggelamkan sebuah kehidupan
Tapi dialah penyampai ketenangan
        Pujangga waktu yang terus berjalan
        Tak menghiraukan pecahan-pecahan gejolak perubahan
        Aku yang sempat terwariskan pandangannya
        Tak kuat dalam setiap renungan
Memang harus kukatakan pada sang kelelawar
Tentang karya-karya untuk dirinya
Agar disampakainya pesan kepada hembusan angin malam ini
Jikalau pujangga waktu tak letih untuk berputar
        Dituliskanlah sebuah mantra hidup kehidupan
        Tentang proses yang dilalui setiap detiknya
        Terpetuahkan oleh suhu-suhu kedamaian
        Jikalau “hasil takkan menghianati usaha”
Memang semua tak terlihatkan oleh pandangan
Dan memang semua tak tertuliskan dibuku kehidupan
Tapi memang hasil takkan menghianati usaha
       Tulisan-tulisan yang ternaung disetiap pengharapan
       Menjadi nyata akan perjuangan yang dilaluinya
       Hujatan demi hujatan yang termakan olehnya
       Dijadikan cambuk dari sebuah pembuktian
Sampai saat ini dia pun masih sendiri sunyi
Ditempat yang sama diantara reruntuhan kata-kata
Hingga terbit sampai tenggelamnya sang surya
Dialah penjaga ketenangan sejati.


Created by dwi setyawan

Salam bahagia sobat semua,karya puisi yang berjudul sang pujangga waktu,yang menceritakan tenang penulis,pujangga,blogger sejati yang dengan semangat menuliskan karya-karya origionalnya demi untuk membagikan ilmu yang dimilikinya,membagikan cerita-cerita bermotivasi yang dialaminya,membagikan tulisan humor yang dikarangnya,dsb.banyak sekali rintangan yang dilalui dari penghinaan,hujatan dari tetangga bahkan keluarga,,karena menjadi seorang penulis,pujangga,blogger itu sebagian besar dipandang sebelah mata,karena setiap hari kerjanya hanya menulis ataupun mantengin laptop/komputer saja,itupun ditempat tertutup(kamar tidur)biasanya dilakukan kalau malam hari dengan suasana yang sepi,karena kesepian bagi para penulis adalah inspirasi munculnya banyak ide,beda dengan dia yang berkerja diPt ataupun sebagainya itu yang melihatkan aktivitas rutinnya setiap hari,
Sebenarnya semua sama kuncinya hanyalah ketekunan dan fokus,pasti akan berlaku mantra yang ada didalam puisi diatas”hasil tidak akan menghianati usaha”
Jadi apapun itu perkerjaan orang lain ataupun diri sendiri, jangan pernah dianggap remeh dan memandangnya sebelah mata.
Untuk mencapai kesuksesan harus dibutuhkan proses yang berliku karena disaat kita mencapai batas tertinggi kesabaran disitu akan menghasilkan benih kebahagiaan,,kuncinya hanya sabar dan tenang untuk menjalani proses ketekunan suatu pekerjaan.
Mungkin itu saja sobat semua,di puisi “pujangga waktu”ini masih banyak kesalahan makna,majas dll,mohon kritik dan saran,
Terima kasih.
GOOD  LUCK

Selasa, 03 April 2018

Inilah Aku


Inilah Aku

Terkapar Ditengah Badai panjang
Inilah aku yang tecambuk keadaan
Mencari nama diatas atap yang mulai roboh
Inilah aku yang terasingkan oleh pandangan
       Terinjak-injak didalam peti berkarat
       Tak tahu kapan ini semua akan menepi
       Diriku yang tak terwariskan kejayaan dan mahkota
       Harus dipaksa mengukir ditengah laut yang sepi
Termulai dari semua yang tertinggal
Menjadi dambaan bagi kaum-kaum yang hina
Apakah salah jika semua ini hanya tentang hidup
Yang akan berakhir begitu saja,tak terencanakan
       Memang beda diantara tumpukan logam kuning
       Yang dipuja-puja bagai syair Raja-Raja nusantara
       Yang memegang akan kendali perahu-perahu besar mewah
       Membayar duka kesengsaraan disetiap tundukan
Inilah aku yang hanya memegang satu tonggak kayu kehidupan
Tak tau adab,adat ataupun sejenisnya itu
Yang hanya berjalan diantara lorong-lorong kecil panjang
Yang setiap waktu ditemani dengan aroma kematian
       Tak bertempat bagaikan angin
       Bergejolak diantara derasnya kabut biru
       Tertancap kerikil-kerikil keheningan
       Yang menembus malam-malam pekatku
Kuhabiskan aliran air kesendirian
Yang menjulang tinggi dikhayangan
Dengan sejuta deraian-derain air mata ini
Kukatakan”kapan aku pulang?”
       Sempat terbisikan untuk menikam lengan dan dada kiriku
       Menghentikan langkah depakan kaki dan nafasku
       Melupakan semua,dan biarkan berlalu
       Menghilang dari setiap heningan masa lalu
Mungkinkah harus begitu,atau bagaimana?
Hingga akhirnya aku tersadar
Bahwa ini bukan seuntaian cobaan-cobaan semu semata
Tetapi ini karma aku dilahirkan
       Jangan tanyakan lagi tentang kehidupan ini
       Karena semua telah nyata dalam setiap pandangan
       Yang menjadi satu rangkaian makna tersirat
       Tentang pengertian yang tak dimengerti
Aku yang berharap beda dari semua ini
Menghukum diri dengan kehampaan
Memulai dengan keputus asaan

Dan aku yang berharap beda dari semua ini
Menghilang dari setiap pandangan
Membawa lonceng-lonceng kesunyian
      
Inilah aku yang sendiri dalam kesendirian diselimuti sunyi dalam kehampaan hidup ini


Created:dwi setyawan


Salam bahagia sobat semua,aku berharap setiap waktu yang sobat miliki bermanfaat dan berkwalitas,terima kasih telah mampir diblog”belajar dan berkarya bersama ini” dikesempatan ini saya berhasil membuat karya puisi yang ke6 tentang kesenduan,kesedihan pada seorang yang tak punya apa-apa,putus asa yang selalu terlintas dibenaknya,karena selama hidup selalu dianggap tidak ada bahkan hilang karena semua tentang harta.
Mungkin itu saja ya sobat,sampai bertemu dikarya dwi selanjutnya jangan lupa jaga kesehatan agar dalam hidup ini BERARTI,
semoga karya puisi “inilah aku”ini bisa menemani sobat-sobat yang lagi sendu,galau.dan bermanfaat untuk refrensi bagi sobat yang mungkin berkeinginan untuk  berkarya puisi,jangan menyerah, tetap semangat. 

GOOD LUCK

Minggu, 01 April 2018

11 Penggunaan INTERJECTION dalam kehidupan sehari-hari



11 Penggunaan INTERJECTION dalam kehidupan sehari-hari
“Ayo Belajar Bahasa Inggris Part5”


Untuk pokok bahasan yang ke Dua ini kita akan membahas Tentang INTERJECTION dimana dalam pokok bahasan yang pertama kita telah membahas tentang NOUN(pengertian,fungsi,jenis Noun dsb)
Mungkin temen-temen semua sudah tahu INTERJECTION itu apa,bagi yang sudah faseh dalam materi bahasa inggris pasti tidak asing lagi,bagi pemula,inilah waktunya kita belajar tentang interjection.
Langsung saja kita masuk ke materi interjection

  • ·         INTERJECTION(kata seru)

Kata yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan,baik perasaan gembira,sedih,kagum,marah,terharu,terkesan dan sebagainya.
Sebelum kita masuk kedalam 11 Penggunaan INTERJECTION dalam kehidupan sehari-hari kita akan membahas materi EXCLAMATORY SENTENCES.

1, EXCLAMATORY SENTENCES
Kalimat yang digunakan untuk menyatakan luapan emosi atau menyatakan perasaan yang kuat melalui seruan,

*Pola EXCLAMATORY SENTENCES*
 A,Dengan menggunakan “HOW”
*Rumus:
HOW+ADJECTIVE+S+Tobe+ !   atau
HOW+ ADJECTIVE PHRASE+!
Contoh:
*How handsome he is !
(Betapa Tampannya dia !)
*How big that House is !
(Alangkah besarnya rumah itu !)
*How clever you are !
(Alangkah pandainya kamu !)
HOW+ADVERB(PHRASE)+S+VERB+O  atau
HOW+ ADVERB(PHRASE)+!
Contoh:
*How carefully you drive a car !
(Betapa hati-hatinya kamu mengendarai mobil !)
*How quietly you do it!
(Betapa diam-diamnya kamu melakukan itu !)
*How slowly you write !
(Betapa pelannya kamu menulis !)
B,Dengan menggunakan “WHAT”
*Rumus:
WHAT+A NOUN PHRASE+S+Tobe+!  Atau
WHAT+A NOUN PHRASE+!
Contoh:
*What a beautiful girl,she is !
(Betapa seorang perempuan cantik dia !)
*What a long Pen, it is !
(Betapa panjangnya pena ini!)
*What a pity !
(Betapa sayangnya)
WHAT+NOUN PHRASE+S+Tobe+! 
Contoh:
*What diligent boys,they are!
(Alangkah rajinnya mereka(anak laki-laki )!)
*What sad students,they are!
(Betapa sedihnya murid-murid !)
C,EXCLAMATORY SENTENCES bisa dibuat dengan menggunaan tenses
Contoh:
*How sad she was!
(Betapa sedihnya dia dulu!)
(kalimat nominal past tense)
*How happy,you will be!
(Betapa bahagianya kamu akan!)
(kalimat nominal dari present future tense)

2,11 Penggunaan INTERJECTION dalam kehidupan sehari-hari
Kegunaan kata seru(INTERJECTION) dalam kehidupan sehari hari adalah
1,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan kegembiraan atau kegirangan
*Hurrah! (Hore!)
*Hurray!(Hore!)
*Huzza!(Hore!)
2,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan kesedihan atau duka
*Alas!(Aduh!)
*Alack!(Aduh!)
*Oh!,Ah!

3,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan keterkejutan atau keheranan
*What!(Apa!)
*Aha!(aha!)
4,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan persetujuan
*Bravo!(bagus!)
5,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan kejemuan atau kecemasan
*Heigh ho!(wahai!/aduh!)
6,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan perhatian
*Hark!(Dengar!)
*Hist!(Dengarlah!)
*Hush!(Diam!)
*Lo!(lihatlah!)
7,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan ketidaksabaran
*Pshaw!(cih!/bah!)
8,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan panggilan atau sapaan
*Hallo!(halo!)
*Hi!(hai!)
9,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan ejekan
*Pish!(cih!)
*Bosh!(omong kosong!)
*Pooh!(cih!)
10,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan amarah
*Dammit!(Persetan!)
*Deuce!(kurang ajar!)
11,INTERJECTION digunakan untuk menyatakan keragu-raguan
*Humph!(hem!)
*Hem!(hem!)
*Hum!(hem!)

Itu tadi pembahasan tentang 11 Penggunaan INTERJECTION dalam kehidupan sehari-hari dan pengertian serta pola EXCLAMATORY SENTENCES,semoga membantu dalam belajarnya dan bermanfaat,ikuti terus artikel “Ayo Belajar Bahasa Inggris setiap PARTnya” terima kasih

GOOD LUCK

KISAH INI